MENU Jumat, 30 Okt 2026

Warga Sigi-Palu Bisa Bernapas Lega, Revetmen dan 18 Groundsill Watutela-Paneki Rampung 100 Persen

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Sep 2026 20:18 43 Kareba Publik

kareba publik PALU — Pembangunan infrastruktur pengendali daya rusak air di Sungai Watutela, Kota Palu, dan Sungai Paneki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah dinyatakan rampung 100 persen.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Datu Karsa Trimulti di bawah pengawasan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu tersebut telah melalui proses Serah Terima Pertama (Provisional Hand Over/PHO) pada 5 Agustus 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai III, Fijri Syamsu, memastikan seluruh rangkaian pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang ditetapkan.

“Pekerjaan sudah rampung 100 persen dan sudah di-PHO pada 5 Agustus 2026. Material yang digunakan juga sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan,” ujar Fijri saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan data pekerjaan, pembangunan revetmen batu boulder di Sungai Watutela memiliki panjang sekitar 326 meter, sedangkan di Sungai Paneki mencapai 391 meter. Dengan demikian, total panjang revetmen yang dibangun mencapai sekitar 717 meter.

Selain revetmen, proyek tersebut juga mencakup pembangunan 18 bangunan groundsill, terdiri atas 7 titik di Sungai Watutela dan 11 titik di Sungai Paneki.

Secara teknis, revetmen berfungsi memperkuat dan melindungi tebing sungai dari gerusan serta erosi akibat arus air. Sementara itu, groundsill merupakan bangunan melintang sungai yang antara lain berfungsi mengendalikan elevasi dasar sungai dan membantu mengurangi risiko gerusan dasar sungai. Warga Berharap Infrastruktur Berfungsi Optimal

Rampungnya proyek tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sungai.

Darwis, salah seorang warga Sigi, mengatakan penyelesaian pekerjaan tersebut memberikan harapan terhadap meningkatnya perlindungan kawasan ketika debit sungai mengalami peningkatan.

“Kami sangat gembira pekerjaan ini sudah selesai. Harapannya, masyarakat tidak lagi terlalu khawatir ketika hujan deras turun dan debit sungai meningkat,” ungkap Darwis.

Hal senada disampaikan Faisal, warga kawasan Watutela, Kota Palu. Ia mengapresiasi penyelesaian pembangunan tersebut dan berharap seluruh bangunan dapat berfungsi sesuai perencanaan.

“Kami tentu bersyukur pekerjaan sudah selesai. Harapannya bangunan ini bisa berfungsi dengan baik dan benar-benar memberikan perlindungan jangka panjang kepada masyarakat dari ancaman banjir maupun gerusan sungai,” katanya.

Dengan selesainya pembangunan revetmen sepanjang sekitar 717 meter dan 18 groundsill di dua sungai tersebut, masyarakat kini berharap infrastruktur pengendali daya rusak air itu dapat berfungsi secara optimal dan dipelihara secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi peningkatan debit sungai saat musim hujan.(Redaksi karebapublik.com)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA