kareba publik TOLITOLI, SULTENG — Kabar baik datang bagi belasan kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Kelurahan Sidoarjo dan Kelurahan Panasakan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Pemerintah Kabupaten Tolitoli memastikan para korban akan mendapatkan bantuan program bedah rumah pada tahun 2026.
Kebakaran hebat yang terjadi pada awal September 2026 tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga. Sebagian korban bahkan tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka sebelum api melalap tempat tinggal.
Kini, setelah melalui proses pendataan dan verifikasi, para korban yang memenuhi persyaratan dipastikan masuk dalam daftar calon penerima bantuan pemerintah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tolitoli, Syafruddin A. Rahman, ST., M.Eng., melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU), Nurmansyah, SP., membenarkan rencana tersebut saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Menurut Nurmansyah, proses teknis dan pelaksanaan program di lapangan masih dalam tahap penyelesaian. Namun, seluruh calon penerima bantuan telah dilakukan verifikasi.
“Untuk teknis dan pelaksanaannya di lapangan masih kami rampungkan. Yang jelas, seluruh calon penerima bantuan sudah diverifikasi,” jelasnya.
Ia menerangkan, pelaksanaan program tersebut nantinya melibatkan sejumlah bidang di lingkungan Disperkim Kabupaten Tolitoli.
Bidang PSU, kata dia, akan menangani pekerjaan penimbunan lahan bekas lokasi kebakaran serta sejumlah prasarana pendukung lainnya. Sementara bantuan berupa dana sebesar Rp20 juta untuk masing-masing kepala keluarga akan ditangani oleh bidang terkait di Disperkim untuk mendukung biaya pembangunan kembali rumah warga.
“Luas lokasi bekas kebakaran sudah kami ukur sebelumnya. Dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan kembali, kemudian warga akan melaksanakan pembangunan atau bedah rumah di lokasi tersebut,” ungkap Nurmansyah. Korban Masih Tinggal di Tenda Darurat
Sementara itu, pantauan media di lokasi bekas kebakaran menunjukkan bahwa hingga saat ini sejumlah keluarga terdampak masih harus mengungsi.
Sebagian warga bahkan masih mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara sembari menunggu proses pembangunan kembali rumah mereka.
Bantuan bedah rumah yang dijadwalkan terealisasi pada akhir tahun 2026 tersebut diharapkan dapat menjadi angin segar bagi para korban, sekaligus membantu mereka kembali memiliki tempat tinggal yang layak setelah kehilangan rumah akibat musibah kebakaran.
(CO)
Tidak ada komentar