MENU Jumat, 30 Okt 2026

Sempat Diterjang Banjir, Jembatan Gantung Tonggolobibi Kini Dibangun Kembali, Progres Sudah 40 Persen

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Sep 2026 03:56 44 Kareba Publik

kareba publik DONGGALA — Setelah sempat dihantam banjir dan mengalami kerusakan, harapan warga Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, untuk kembali menikmati akses penghubung yang aman kini mulai terwujud.

Jembatan Gantung Tonggolobibi kini tengah dibangun kembali oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah. Infrastruktur baru tersebut dirancang dengan konstruksi yang lebih kokoh untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.

Pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah 1.4 PJN Sulteng, Lambang Puspito, S.T., melalui PPK 1.4, Agus Tatang, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan kembali dilakukan karena kondisi jembatan sebelumnya sudah mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.

“Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jembatan apabila tidak segera mendapatkan penanganan,” ujar Agus.

Karena itu, kata dia, penanganan dilakukan dengan membangun jembatan baru menggunakan konstruksi yang diharapkan lebih kuat dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Oleh karena itu, dilakukan penanganan secepatnya dengan membangun kembali jembatan gantung yang baru dengan konstruksi yang lebih kokoh sehingga dapat digunakan dalam waktu lama,” jelasnya.

Progres Pembangunan Capai 40 Persen

Pembangunan Jembatan Gantung Tonggolobibi kini terus dikebut. Hingga saat ini, progres pekerjaan di lapangan telah mencapai sekitar 40 persen.

Jembatan baru tersebut memiliki bentang sekitar 96 meter dengan lebar mencapai 6,5 meter.

Agus mengatakan, pekerjaan saat ini masih berfokus pada pembangunan pondasi. Tahapan tersebut selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan tiang sebagai persiapan menuju pekerjaan pengecoran.

“Sekarang baru sampai pada pembuatan pondasi dan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang untuk persiapan pengecoran jembatan,” katanya.

Proyek tersebut mulai dikerjakan pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran sekitar Rp6,5 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Bangkit Perdana sebagai kontraktor pelaksana.

Diharapkan Jadi Akses Baru yang Lebih Aman

Di tengah proses pembangunan, BPJN Sulawesi Tengah mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama mendukung kelancaran pekerjaan hingga proyek selesai.

Agus Tatang menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang Razak, S.T., bersama jajaran Satker melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.

Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, jembatan baru tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat pada akhir 2026.

Bagi warga Tonggolobibi, kehadiran kembali jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Jembatan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka kembali akses masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta memulihkan konektivitas wilayah yang sebelumnya terdampak banjir.

(Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA