MENU Sabtu, 11 Jul 2026

Atasi Krisis Air, Program JIAT BWS Sulawesi III Jadi “Angin Segar” bagi Petani di Desa Ujumbou

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Jul 2026 11:24 37 Kareba Publik

kareba publik DONGGALA,– Kehadiran infrastruktur pertanian Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Ujumbou, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, memberikan dampak positif bagi para petani setempat. Program strategis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III ini kini menjadi solusi konkret dalam mengatasi kendala kekeringan yang kerap menghambat musim tanam.

​Kepala Desa Ujumbou, Zain, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BWS Sulawesi III atas realisasi bantuan dua paket JIAT tersebut. Ia mengakui bahwa fasilitas ini telah membawa perubahan signifikan terhadap produktivitas lahan persawahan di wilayahnya.

​”Sebelum adanya JIAT ini, petani kami di sini benar-benar hanya mengandalkan air hujan. Jika hujan tidak turun, mereka tidak bisa menanam. Sekarang, dengan adanya jaringan irigasi ini, petani tidak lagi bergantung pada cuaca untuk memulai musim tanam,” ujar Zain saat dikonfirmasi di Kantor Desa Ujumbou, Senin (06/07/2026).

​Lebih lanjut, Zain menjelaskan bahwa program yang bersumber dari anggaran tahun 2025 tersebut tidak hanya memberikan kepastian ketersediaan air, tetapi juga memiliki kualitas pembangunan yang memadai.

​Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan dua paket JIAT tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya sebagai pihak pelaksana. Pemerintah Desa Ujumbou menilai pekerjaan tersebut telah diselesaikan dengan standar yang baik, sehingga fasilitas irigasi dapat langsung difungsikan secara optimal oleh kelompok tani setempat.

​Keberhasilan program ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan ekonomi petani di Kecamatan Sirenja melalui peningkatan frekuensi masa tanam dalam satu tahun. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Ujumbou berkomitmen untuk menjaga dan merawat aset irigasi agar manfaatnya tetap berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Donggala.(Adib)

LAINNYA